بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ
Hakikat Cobaan, Musibah dan Kiat Menghadapinya
Sahabatku sekalian, dalam kehidupan
ini,siapapun kita pasti pernah mendapatkan cobaan, musibah serta hal lainnyanya
yang tidak menyenangkan kita, namun yang harus kita sadari bahwa semua musibah
itu sedikit maupun banyak pasti ada andil kita didalamnya, sebagai contoh saat
seseorang yang kecopetan di dalam bis atau kereta, bisa jadi ada andil kecerobohan
manusia seperti menaruh tas (ransel) dibelakang bukan di depan, bencana banjir
akibat dari penebangan hutan secara masif, dll, sebagaimana firman allah
An Nisaa (4) -Verse 79-
مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِن
سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولاً وَكَفَى بِاللّهِ
شَهِيدًا
Apa saja ni'mat yang
kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari
(kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap
manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
Whatever
of good reaches you, is from Allah, but whatever of evil befalls you, is from
yourself. And We have sent you (O Muhammad r) as a
Messenger to mankind, and Allah is Sufficient as a Witness.
Yusuf Ali:
Whatever
good, (O man!) happens to thee, is from Allah. but whatever evil happens to
thee, is from thy (own) soul. and We have sent thee as an apostle to (instruct)
mankind. And enough is Allah for a witness.
Asy
Syuura (42) -Verse 30-
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
Dan apa saja musibah
yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan
Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
And whatever of misfortune befalls you, it is because of what your
hands have earned. And He pardons much. (See the Quran Verse 35:45).
Yusuf Ali:
Whatever misfortune happens to you, is because on the things your
hands have wrought, and for many (of them) He grants forgiveness.
Demikian juga
sebagaimana kisah Nabi Adam yang diturunkan dari surga karena mempercayai
godaan setan.
Kisah nabi Yunus
ditelan oleh ikan karena merasa kesal dengan umatnya yang tidak mau mendengar dakwahnya,
dari kisah ini kita dapat ambil pelajaran yang luar biasa buat kita, ternyata
Nabi Adam ’Alaihi Salam tidak lantas marah marah terhadap setan yang sudah
menggodanya, demikian juga Nabi Yunus ’Alaihi Salam tidak marah marah atau
kesal terhadap kaumnya, namun yang
dilakukan mereka adalah segera memohon ampun dan istighfar kepada ALLAH,
Al A'raf (7)-Verse 22-
فَدَلاَّهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا
سَوْءَاتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ
وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ
وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَآنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ
maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu
daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi
keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan
daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku
telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan
kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu
berdua?"
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
So he misled them with deception. Then when they tasted of the tree,
that which was hidden from them of their shame (private parts) became
manifest to them and they began to stick together the leaves of
Paradise over themselves (in order to cover their shame). And their
Lord called out to them (saying): "Did I not forbid you that tree and
tell you: Verily, Shaitan (Satan) is an open enemy unto you?"
Yusuf Ali:
So by deceit he brought about their fall: when they tasted of the
tree, their shame became manifest to them, and they began to sew
together the leaves of the garden over their bodies. And their Lord
called unto them: "Did I not forbid you that tree, and tell you that
Satan was an avowed enemy unto you?"
Al A'raf (7)-Verse 23-
قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا
وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami
sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat
kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
They said: "Our Lord! We have wronged ourselves. If You forgive us
not, and bestow not upon us Your Mercy, we shall certainly be of the
losers."
Yusuf Ali:
They said: "Our Lord! We have wronged our own souls: If thou forgive
us not and bestow not upon us Thy Mercy, we shall certainly be lost."
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan
marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya
(menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap [968]:
"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya
aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
[968] Yang dimaksud dengan "keadaan yang sangat gelap" ialah didalam
perut ikan, di dalam laut dan di malam bari.
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
And (remember) Dhan-Noon (Jonah), when he went off in anger, and
imagined that We shall not punish him (i.e. the calamites which had
befallen him)! But he cried through the darkness (saying): La ilaha
illa Anta (none has the right to be worshipped but You (O Allah)),
Glorified (and Exalted) are You (above all that (evil) they associate
with You). Truly, I have been of the wrong-doers."
Yusuf Ali:
And remember Zun-nun, when he departed in wrath: He imagined that We
had no power over him! But he cried through the deptHs of darkness,
"There is no god but thou: glory to thee: I was indeed wrong!"
Jika ini dapat kita terapkan kehidupan kita dalam
setiap musibah ataupun hal hal yang tidak menyenangkan kita maka yang kita lahukan segera Memohon Ampun dan Istighfar kepada ALLAH, karena pasti ada andil kesalahan kita didalamnya sekecil apapun itu, dan ucapkanlah
kalimat
"istirjaa" :
Al Baqarah (2) -Verse 156-
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ
وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa
musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi
raaji'uun" [101].
[101] Artinya: Sesungguhnya kami adalah
milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan kalimat
"istirjaa" (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya
waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
Who, when afflicted with calamity, say: "Truly! To Allah we
belong and truly, to Him we shall return."
Yusuf Ali:
Who say, when afflicted with calamity: "To Allah We belong,
and to Him is our return":-
Kalau hal ini mampu kita lakukan dalam hidup dan kehidupan kiita, bukan hanya akan membuat jiwa raga kita aman damai dan tentram tetap bahkan ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA Akan bersholawat (memberikan Keberkahan) yang sempurna dan Rahmat dari "NYA"
Al Baqarah (2) -Verse 157-
أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ
وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Mereka itulah yang
mendapatkan Sholawat (keberkatan) yang sempurna dan rahmat dari ALLAH mereka
dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Ayat ayat lainya yang berkaitan dengan musibah/bencana :
Al A'raf (7)-Verse 168-
وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الأَرْضِ أُمَمًا مِّنْهُمُ الصَّالِحُونَ
وَمِنْهُمْ دُونَ ذَلِكَ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ
لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Dan Kami bagi-bagi
mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang
yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka
dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka
kembali (kepada kebenaran).
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
And We
have broken them (i.e. the Jews) up into various separate groups on the earth,
some of them are righteous and some are away from that. And We tried them with
good (blessings) and evil (calamities) in order that they might turn (to Allahs
Obedience).
Yusuf Ali:
We broke
them up into sections on this earth. There are among them some that are the
righteous, and some that are the opposite. We have tried them with both
prosperity and adversity: In order that they might turn (to us).
Faathir
(35) -Verse 45-
وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى
ظَهْرِهَا مِن دَابَّةٍ وَلَكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَإِذَا
جَاء أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًا
Dan kalau sekiranya
Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan
di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun [1263] akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) me- reka, sampai
waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah
adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.
[1263] "Daabbah" artinya ialah makhluk yang melata.
Tetapi yang dimaksud di sini ialah manusia.
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
And if Allah were to punish men for that which they earned, He
would not leave a moving (living) creature on the surface of the earth, but He
gives them respite to an appointed term, and when their term comes, then
verily, Allah is Ever AllSeer of His slaves.
Yusuf Ali:
If Allah were to punish men according to what they deserve. He
would not leave on the back of the (earth) a single living creature: but He
gives them respite for a stated Term: when their Term expires, verily Allah has
in His sight all His Servants.
Catatan : Sumber Ayat Qur'an dan Artinya :
SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar